Ilustrasi
Ilustrasi-Freepic

Di penghujung 2018 setelah mengikuti Digitalent Scholarsip kelas Cloud Computing di ITB, aku balik lagi ke habitat asli di Pangandaran. Seperti biasa aku menjalani kembali keseharianku sebagai freelancer yang ga jauh dari bikin web dan aplikasi. Hari itu aku main-main ke Pusdalops Pangandaran sembari mengontrol Web Pangandaran Actual Disaster Information, apakah harus ada yang di patch atau tidak .

Ketika jam makan siang telah datang aku makan di kantin Desa Karangbenda yang memang tidak jauh dari Kantor Pusdalops dan BPBD Kabupaten Pangandaran. Kantin ini biasanya penuh sesak saat jam makan siang, bukan hanya oleh para pegawai Desa tapi oleh pegawai dari kantor-kantor lain, karena memang sebelah timur dan barat nya ada Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Diskominfo Pangandaran.

Makanan di sini cukup enak, dan varian nya juga cukup banyak, mulai dari berbagai sayur lodeh, sayur sop, hingga berbagai macam semur ikan maupun ayam, dan yang pasti harganya sangat murah dengan Rp.7.000-12.000 anda bisa makan sepuasnya di sini, alias all you can eat ! haha 😀

Selepas makan seperti biasa aku nongkrong di luar, begitu juga yang lain nya, nah di sini ceritanya di mulai. Aku bertemu dengan kawan lama yang kerja nya di Diskominfo Kabupaten Pangandaran, kemudian dia nyeletuk “Her nanti bantun ya untuk persiapan Smart City di Pangandaran” ujarnya. “Siap InsyaAllah” aku jawab. Dulu kita pernah kerja bareng pas jadi tim IT Support saat acara PON XIX Jawa Barat tahun 2016 di Bandara Nusawiru Cijulang.

Hari dan bulan pun berganti, di awal tahun 2019 kita kembali bertemu, hari itu aku harus ke kantor diskominfo untuk pointing salah satu sub domain Dinas yang tidak sengaja ter reset, sehingga menyebabkan website tidak bisa di akses. Dia nyeletuk lagi “Bulan besok mulai kerja di sini ya, bisa kan?” Aku mikir sejenak mengingat beberapa hari sebelumnya baru saja beres buat web baru salah satu klien, dan rasanya ingin berlibur terlebih dahulu. Tapi akhir nya aku jawab “Ya, ok” Mengingat masih ada beberapa hari lagi menuju bulan baru.

Kemudian aku, temanku, dan Kepala bidang beserta Sekretaris Dinas berkumpul di meja pertemuan  untuk membicarakan perihal pekerjaan dan tanggung jawabku saat kerja nanti. Jadi intinya pekerjaanku membuat aplikasi laporan kebencanaan untuk di integrasikan dengan aplikasi Smart City yang ada di Command Centre nanti, yang rencananya akan di tempatkan di dekat ruang Bupati Kabupaten Pangandaran.

Waktu ngumpul aku nyeletuk “Pak aku ok kerja disini tapi aku ga usah pakai seragam ya?” “Ok ga apa-apa” Jawab pa Sekdis dan Pa Kabid. “Itung-itung freelence we” Tambahnya. Aku cukup lega mendengar jawaban mereka mengizinkan ku kerja tanpa seragam. Ya aku memang paling ogah kalau harus pakai seragam Dinas, kesan nya bagaimana gitu, menurut ku  terlalu berat tanggung jawab nya jika pakai seragam itu. Lha aku kerja di rumah biasanya juga koloran dan bahkan pakai sarung koq, nemuin klien pakai jeans+ kaos atau pun kemeja, yang penting kan kerjaan nya beres bener ga ?  haha 😀

Aku kerja mulai bulan Maret 2019, dan sudah dua bulan ini aku kerja pakai Chino, Jeans dan Polo  !

 

1
Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Yoyo Kuswoyo
Guest
Yoyo Kuswoyo

Lanjutkan